Dewa Ruci PPNS Raih Juara 1 Lomba Robot Nasional 2013
Surabaya, 20 Mei 2013
Kreasi dan aksi ketiga mahasiswa Jurusan Teknik Otomasi Kelistrikan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) patut membuat bangga. Pasalnya, dari hasil inovasi dan kerjasama yang baik, mereka mampu mengalahkan tim-tim robot dari kampus-kampus ternama, seperti ITB, UGM, ITS, Unibraw bahkan PENS yang selama ini jadi jawara robot. Hasil kerja keras dan kemandirian membuat robot selama tiga pekan akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan yakni menjadi juara 1 Lomba Robot Nasional 2013 yang digelar ITS.
Tak hanya tuan rumah saja yang dikalahkan oleh tim Dewa Ruci PPNS, namun berbagai kampus yang sudah berpengalaman menjadi juara robot. Tim ini digawangi oleh Syamsiar Kautsar (ketua tim, jurusan Teknik Otomasi PPNS angkatan 2009), Soni Senjaya (jurusan Teknik Otomasi PPNS angkatan 2011), dan Zindhu Maulana Ahmad Putra (jurusan Teknik Otomasi PPNS angkatan 2012). Mereka sengaja memilih regenerasi, mulai dari semester 6 hingga yang saat ini masih semester 2 pun tak luput dilibatkan.
Syamsiar menuturkan timnya memenangkan kategori mahasiswa dan mendapatkan piala walikota pada Sabtu (19/06) kemarin di gedung Robotika ITS. "Namun, ada ratusan tim dari tingkat SD sampai SMA, Alhamdulillah kita menang level mahasiswa,". Timnya juga tidak menyangka dapat melibas tim ITB, UGM ataupun tuan rumah, ITS.
Pertarungan robot ini, kata Sayamsiar, menggunakan tema penghijauan hutan. "ada robot manual dan robot otomatis sekaligus yang dipertandingkan, di situ diuji mana yang tercepat menanam pohon cemara dan dua pohon pinus,". Sehingga total robot yang dilombakan di event nasional ini ada 38 robot.
Sementara itu, nama Dewa Ruci pun melambangkan institusi tim ini berasal. "Dewa Ruci ini punya historical yang punya semangat juang tinggi, selain itu kita juga dari anak perkapalan, "tandasnya senang. (humas PPNS)
49 Politeknik dari Seluruh Indonesia Berkumpul di PPNS untuk Berlaga di NPEO
Diawali dengan tarian tarian tradisional Jawa Timur serta pertunujukan reog, pembukaan National Polytechnic English Olympic (NPEO) semakin begitu meriah. ratusan mahasiswa peserta kompetisi debat bahasa Inggris yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia tersebut begitu antusias menikmati sajian hiburan yang disajikan.
Sebanyak 49 dari 90 politeknik negeri dan swasta dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi NPEO atau kompetisi debat Bahasa Inggris antar polilteknik tingkat nasional ke-13 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, pada tanggal 21-23 Mei 2013.
Menurut Direktur PPNS Ir Muhammad Mahfud M.MT FRINA di sela pembukaan NPEO, Selasa (21/5/2013), mahasiswa yang terlibat dalam kompetisi ini 238 mahasiswa. Kali ini, PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) menjadi tuan rumah.
Mahfud menjelaskan 49 politeknik yang mengikuti kompetisi itu terdiri dari 38 politeknik negeri dan 12 politeknik swasta. Setiap politeknik mengirimkan satu grup yang setiap grup ada sembilan mahasiswa,
NPEO sendiri meliputi empat jenis lomba yakni English Debating, Public Speaking, Newscasting, dan Storytelling. Setiap peserta jenis lomba itu diberi topik yang diperoleh secara undian, namun topik itu tidak jauh dari masalah teknologi.
Mahfud menegaskan Bahasa Inggris itu penting bagi mahasiswa politeknik, meskipun sudah mensyaratkan TOEFL 475, namun kebiasan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris itu sangat mendukung profesi, apalagi bila mereka pada perusahaan asing.
''Memang NPEO yang sepintas tidak berkaitan langsung dengan politeknik itu tetap penting, karena kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berbahasa Inggris itu sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, terutama pekerjaan di perusahaan asing. PPNS menerapkan English Zona pada kawasan PPNS pada setiap hari Jumat pada jam 7-9, baik untuk dosen, karyawan, maupun mahasiswa. Kami juga mengikutkan manajemen pada kursus Bahasa Inggris pada hari-hari tertentu dalam seminggu,''tambahnya.
|
Robot Penanam Pohon PPNS-ITS Kalahkan Langganan Juara
Surabaya - Tim Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya-ITS (PPNS-ITS) patut berbangga. Untuk kali pertama mereka mereguk manisnya menjadi juara pertama ajang Lomba Robot Nasional (Baronas) yang diselenggarakan di Gedung Robotika ITS.
Lawan yang mereka hadapi tak bisa diremehkan. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS (PENS-ITS) yang sering menjadi langganan juara.
Tim PPNS-ITS yang diperkuat oleh Syamsiar, Zindu dan Sony awalnya tak menyangka bakal keluar sebagai juara. Hal ini lantaran latar belakang pendidikan mereka yang berlabel 'perkapalan' ketimbang elektronika.
"Karena sebenarnya kan kita perkapalan toh. Sedangkan musuh kita banyak yang berasal dari bidang khusus elektronika," ujar kapten tim, Syamsiar kepada detikINET, Selasa (21/5/13).
Robot yang diberi nama 'Robot Dewa Ruci' ini difungsikan sebagai robot yang mampu menanam pohon dan tanaman. Ia bekerja dengan sensor garis dan ultrasonik. Ultrasonik inilah yang bertugas mendeteksi plot lahan yang akan ditanami pohon.
"Ini kita sesuaikan dengan tema lomba yang mengusung tentang penghijauan kembali. Jadi kita buat robot yang bisa menanam tanaman. Karena kan banyak tanaman yang ditebang sekarang ini," tandas mahasiswa semester akhir tersebut.
Syamsiar mengaku, ia dan anggota tim lainnya rela tidur dua jam per hari selama tiga minggu berturut-turut. Bahkan, mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir ini terpaksa tidur di kampus dengan koleganya untuk dapat menyelesaikan robot yang akan dilombakan tersebut.
"Kita kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 15.00. Setelah itu langsung garap robotnya sampai jam 2-3 dini hari. Kemudian kita tidur bangun jam lima pagi. Tapi gak sia-sia kok. Menyenangkan hasilnya," pungkasnya.
(ash/ash)
sumber:http://inet.detik.com/read/2013/05/21/204136/2252332/398/robot-penanam-pohon-ppns-its-kalahkan-langganan-juara?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
|
Livestreaming NPEO 2013
Livestreaming kegiatan NPEO I 2013 bisa diakses di :
http://npeo.ppns.ac.id/
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 50 |